Bismillahhirrahmanirrahiim
Project Arduino pertama kali ini, diriku ditemani tiga kawan seperjuangan, yaitu Airen Rizky Fauziandini, Dewi Nurbuaty, dan Adinda Juwita Ningtyas untuk membuat alat pendeteksi suhu dengan menggunakan LM35 sebagai sensor suhunya dan 2 digit seven segment sebut saja sevseg untuk menampilkan angka suhunya.
Yap kami mulai perjuangan pada hari Selasa, 9 Februari 2016 di kosan Airen, dan kita mulai ngoprek dari jam 1 siang dengan banyak gagalnya. Kata Pak Soni sih (dosen Interaksi Manusia dengan Komputer dan Antarmuka) gagal itu yang biasa tapi yang luar biasa itu tidak gagal, hehe. Ya jadi menurut beliau, gapapa kali banyak gagalnya berarti keliatan kerjanya gitu.
So, hari itu saya bersama Airen langsung ke Toko Anam untuk membeli komponen-komponen yang kami butuhkan, yang sebelumnya sudah kami cari-cari di internet. Kita belanjanya berdua karena Dewi dan Dinda lagi ada kelas KWN.
Komponen-komponen yang Airen dan Yuni beli
- Sensor LM35 : Rp 7000,-
- Kabel kecil : Rp 4000,-
- Resistor 1 kΩ : Rp 1000,- (isi 5)
- Seven Segment : Rp 15000,- (dua biji)
Belanjaan kita merogok kocek sebesar Rp 27000,-. Cukup murah kan???? Murah bingits malahan. Agak bingung juga kemaren pas mau beli komponen, bingung mau resistor yang berapa Ohm dan kabel yang macem gimana. Alhasil kita sepakat beli kabel kecil biasa yang murah dan resistor 1 kOhm. Tapi aku saranin beli kabel pelangi aja yang udah dilengkapi male female. Nih buat kalian yang gatau komponen-komponen di atas, aku kasih liat ya penampakkannya.

Deteksi Suhu Menggunakan LM35
Awalnya kami mulai dengan Bismillah dan mencoba membuat rangkaian untuk deteksi suhu menggunakan LM35. Dengan sok jagonya kita gak ngelakuin kalibrasi apapun. Langsung buka “Cook Book” halaman 203, langsung rangkai tanpa resistor, langsung koding, langsung testing. Dan hasilnya… WOW suhu yang muncul berkisan 499ºC. Wah apakah kita sedang berada di matahari? Suhunya gede banget. Kita bingung salah di kodingannya atau di rangkaiannya. Lalu kita coba dengan rangkaian alternatif dari sumber yang sama dengan menggunakan resistor. Kita pikir dengan diberikan resistor maka tegangan akan mengecil dan suhu pun akan mengecil (hipotesa anak SD kali ah). Dan alhamdulillah… suhunya tetap sama masih gede aja kisaran 499ºC. Sampai saat ini kita masih gatau masalahnya ada dimana. Kita cari alternatif lain berjam-jam dari berbagai sumber, namun hasilnya tetap sama.
Masalahnya…
- Suhu tetapi di kisaran suhu planet Merkurius(meureun)
- Galau yang salah rangkaiannya atau kode nya
Kemudian datanglah sang juru penyelamat, Dewi . Dia rombak lagi rangkaian yang sebetulnya sangat sederhana, dan dia coba rangkai lagi sesuai rangkaian awal banget dengan penuh kesabaran dan kesegaran (karena dia baru bangun tidur walaupun boongan). Dan mukjizat datang kepadanya, akhirnya suhu normalpun datang. Alhamdulillah. Jadi pointnya, kalo mau berhasil ngerjain proyek, tidur dulu dan kerjakan dengan penuh kesabaran. Sorry ya Wi aku banyak heureuy (baca: becanda). Dan menurut aku siih kayaknya masalah di bread boardnya. Awal-awal kita pake beberapa jumper gitu buat colokin ke pinnya, dan dewi nyoba langsung pake satu jumper setiap kaki masuk ke pin. Kayaknya itu berpengaruh sih.
Belajar sevseg feat LM35
Lanjut ke belajar seven segmen, kita buka Cook Book kembali sebagai referensi. TARAAAA di halaman 271 ada referensi untuk menampilkan angka di sebuah seven segmen. Sayangnya kita make 2 buah sevseg. Ya ujung-ujungnya gugling sih. Banyak referensi yang kita dapet kaya dari Catatan Maz Beny, Duino4Project, Instructable, dan sumber lainnya. Namuuuuun lagi lagi kegagalan mencoba hinggap di proyek kita. Huuhu sedih pengen baso. Eh salah maksudnya pengen nangis. Gagal terus.
Kita udah coba beberapa kali dari beberapa sumber pula, namun apa daya keberhasilan belom jadi milik kita. Dan saat itu, jam di kosan Airen sudah menunjukkan pukul 06.14, adzan maghrib sudah berkumandang, aku dan Dewi siap solat dan akan pulang ke kasur masing-masing. Aku ke Kopo, Dewi ke DU, Airen Dinda terus ngoprek sampai akhirnya ada kabar pukul 11.36 dari Airen katanya keadaan dede Ino (baca: Arduino) masih sama seperti saat Aku dan Dewi di kosannya. Yaudahlahya istirahat dulu aja.
Keesokan harinya (Rabu 10/02/16)…
Aku liat proyeknya Hammam, wah ternyata sama kaya kelompokku pengukur suhu. Terus aku tanya tanya kan, “Pake seven segmen apa?Anoda?Katoda? Sumbernya dari mana?Pake multiplexing?Kok aku gabisa?Ahcurang!Kokbagus?Ini gimana?Kok sama tapi aku gagal?”. Terus Hammam bilang, di internet banyak kaliii. Guglingnya pake bahasa Indonesia aja gausah pake bahasa Inggris wkwkwk. Ya aku jawab iya iya aja.
Beres kelas, beres makan, beres solat kita caw ke Perpusatakaan Pusat ITB untuk lanjutin proyek, tanpa Dinda. Dia malah main ke TSM sama temen unitnya. Parah dasar gak ngajak! Tapi walaupun begitu, dia kemaren kemaren sudah berpartisipasi aktif, lebih dari yang lainnya kok. Edaaaaan.Soalnya dia semangat banget ngerjain proyek ini.
Di Perpus…
Kita coba bongkar pasang lagi… bongkar pasang lagi… bongkar pasang lagi… cantik cantik (syahrini kali ah). Dan akhirnya!!!! gagal maning, tapi ada peningkatan. Seven Segment kita nyala coy, walaupun masih ngaco sih, yang muncul bukan angka tapi cemcem ulat yang lagi nyari emak bapanya. Setelah itu kita gugling lagi….. Dan wow busetdah! (lagi) Dewi sang juru penyelamat menemukan sumber yang tidak kami temukan sebelumnya. Dia menemukan sumber dari Fritzing. Disitu lengkap banget ada rangkaiannya dan kodingannya juga. Walaupun sungguh sumber sebelumnya pun lengkap juga, namun entah kenapa kami sangat percaya sama sumber dari Dewi.
Dengan penuh keyakinan kita bongkar lagi rangkaian kita. Yang rangkai aku dan Airen, Dewi coba compile kodingannya. Ceritanya kita udah beres rangkai, dan code pun berhasil di compile. Nah inilah saat yang menegangkan ketika upload code ke rangkaian Arduino yang udah siap untuk di eksekusi. Ya Allah semoga berhasil, semoga nyala, semoga ga meledak, semoga kenyang. Dan taraaaaaaaaat. Alhamdulillah Ya Allah semudah inikah membuat pendeteksi suhu???? Kita berhasil!!!!!!!!! Suhu sesuai dengan suhu ruangan perpus saat itu, gak kaya di planet lagi, sevseg nyala juga sesuai sama suhu yang ditampilin di laptop, ya walaupun kodenya panjang banget (manual tanpa pake library, dan bisa download disini), masih banyak kabel nakal yang ingin melarikan diri dari pin Arduino yang mengakibatkan LED pada Seven Segmennya gak nyala kabbeh. Ya itu mah gampang lahya tinggal colok colok lagi dengan baik dan benar. Oia ini ada hadiah berupa gambar rangkaian proyek kamu buat kalian yang udah baca post ini ehehe. Di gambar ada 4 buah resistor kan? Kita pake resistor 220 kΩ ya guys.

Oia tapi sebelum kita mencapai keberhasilan itu, kami mendapatkan beberapa point yang harus diperhatikan, kayak:
- Salah nyambungin kabel dari kaki sevseg ke Pin Arduino
- Ada pin yang belum didefinisikan di code nya
- Seri atau paralelnya si rangkaian
- Akurasi kabel nempel ke pin atau nyolok ke bread board
- Tentunya semua kita lakukan untuk memenuhi kekepoan kita, bukan sekedar mengejar nilai. Asik Uhuy!
Ya itu kali ya… Udah deh segitu aja. Oia yang mauu liat hasilnya bisa ditonton di handap ieu!
Haturnuhun, with love, Yuni.
Leave a reply to Dedy Cancel reply