Wanoja Sunda

3–4 minutes

read

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum wr. wb

Sampurasun!!!! (Rampes)

Post kali ini, aku mau bahas mengenai Wanoja Sunda. Sebelumnya hapunten teu ngangge basa Sunda, pami ieu teh bacaan umum, haturnuhun.

Yap jadi kalian tau kan apa artinya wanoja sunda? Ya jadi secara bahasa, Wanoja itu gadis atau perempuan muda dalam bahasa Sunda. Sedangkan Sunda merupakan salah satu suku atau adat istiadat yang ada di Indonesia yang tersebar di berbagai kota/kabupaten di Jawa Barat.

Namun, secara makna, wanoja sunda itu memiliki intreprestasi yang berbeda-beda dari setiap orang.

Wanoja

Merupakan seorang perempuan yaitu manusia yang sangat memiliki batasan dalam menjalankan hidupnya tanpa membatasi cita-citanya. Sudah dijelaskan di Al-Quran bahwa wanoja atau perempuan itu sangat diistimewakan sekali, oleh karena itu Allah memberikan batasan untuk menjaga keistimewaannya. Lebih lengkapnya nanti kita bahas mengenai perempuan ya.

Sunda

Merupakan suku, budaya, adat, istiadat, pola pikir, dan pola laku seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Sunda memiliki karakteristik khusus dalam banyak hal. Banyak juga batasan yang diberikan Sunda kepada orang-orangnya, contoh selalu bilang punten(permisi) sambil membungkukkan sedit badan ketika lewati orang lain dan lainnya. Selanjutnya nanti kita bahas mengenai Sunda ya.

FCIB

Setiap hari Jumat, aku memiliki kegiatan rutin berupa forum interaktif dengan teman-teman perempuan seorganisasiku, LSS ITB, yang kita namai FCIB (Forum Calon Istri Binangkit). Setiap pertemuannya kami membahas bagaimana menjadi wanoja sunda seutuhnya yang nantinya akan menjadi istri seseorang, hehe. Jangan baper dulu ah.

Pertemuan perdana

Kita mencari definisi wanoja sunda dan istri binangkit dengan pemahaman berbagai kepala di forum. Alhasil, definisi wanoja Sunda yaitu seorang perempuan sunda yang memiliki beberapa batasan untuk menjaga keistimewaannya dari interferensi luar yang tidak bertanggung jawab.

Dan idealnya, wanoja sunda tersebut kedepannya menjadi istri binangkit. wah makhluk apalagi tuh?

Secara bahasa, istri binangkit itu maksudnya seorang istri yang segala bisa. Bisa ngangkat besi? Bisa melakukan apapun sepuasnya? Bisa kemanapun tanpa ada yang menemani? TETOT salah semua hehe. Maksud segala bisa disini, sang istri yang bisa menempatkan dirinya sesuai dirinya berada. Dan pastinya bisa melakukan apapun yang pastinya sesuai kodrat dan pantas untuk suami dan orang sekitarnya.

Tapi kalian ngerasa masih abstrak gak sih? Kalo menurutku abstrak banget. Nah untuk mendefinisikan lagi dan mengurangi keabstrakannya, adalah yang namanya koridor kewanojaan untuk menyatu framekan apa itu wanoja sunda dan istri binangkit (ini khusus di LSS lohya, sebenernya bisa diadopsi dimana saja namun koridor ditentukan sesuai tujuannya). Nah koridor yang dibawa bendum(bendahara umum sekaligus figur wanoja sunda di LSS ITB) saat ini ada tiga, yaitu Komunikatif, Inisiatif, dan Mandiri. Sekarang kita bahas ketiga koridor tersebeut yuk…

Komunikatif

Sebagai seorang wanoja, harus bisa menyampaikan isi hatinya dengan tujuan menghilangkan kesalahpahaman dengan sesama dan mencari solusi atas permasalahan yang sedang dialami. So, sebagai wanoja, ya harus komunikatif. Bener gaksih? Koridor ini muncul karena analisis masalah, yaitu bahwa perempuan terkadang suka memendam masalah gitu yang akibatnya solusi gak dapet, salah paham melanda(biasanya sih).

Inisiatif

“Ih kamu ga peka deh! Masa aku harus mulai duluan? Ya aku bingung harus mulai darimana? Aku gaberani atulah! Plis ngertiin aku kali ini aja!”

Hmmmmm pasti diantara kalian ada yang pengalaman dengan kalimat-kalimat tadi kan? Kalem aku juga pernah kok. Ya itulah ketika kita tidak mau berinisiatif melakukan sesuatu untuk memcahkan masalah. Nyuruh orang lain peka tapi sendirinya engga tuh. Pengen cepet beres masalahnya, mulai benahi aja males tuh. Ayo dong wanoja itu harus inisiatif dengan akal pikiran dan juga hati yang udah dianugrahi oleh Allah SWT 🙂

Mandiri

Makan sendiri, mandi sendiri, jajan sendiri, tapi jangan hidup sendiri. Mandiri bukan berarti kalian harus anti sosialita wkwkwk. Tapi esensinya, mencoba dulu dengan efektifkan kemampuan semaksimal mungkin. Tidak terlalu mengandalkan orang lain terutama mengandalkan kaum adam. huhu. “Jon, anter ke kampus dong! Jan, anter ke rumah dong! Jen, anter ke pasar dong! Jun, anter ke mall dong! Jin, anter ke duniamu dong!” Yaelah kalo masih bisa jalan kaki mah gausah minta anterlah(sekali lagi bukan maksud antisosialita). Apalagi minta anter ke kaum adam, malah modus wkwkwk.

Sesungguhnya masih banyak lagi yang mau aku ceritain, tapi next time aja ya 🙂

Ntar dilanjut lagi
Hatur nuhun, With love, Yuni.

Leave a comment